dear my future

i found a movie in the present about working mom….
all this stories may be will describe future activity about working mom

if in the future i (a working mommy 🙂 ) will get exhausted then this movie will remain me….. so does u all working mom anywhere

LOVE all SJP movie…

 

source : http://www.imdb.com/title/tt1742650/


Men vs Women

19Des11

ya ya ya mostly true fact…… 


Kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV) Semoga kita dapat mengambil pelajaran.

MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT???*

Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana diIndonesia.

Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.
Silahkan baca dan dihayati.*

*MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT** – – –

Sebuah perenungan, Buat para suami baca ya….. istri & calon istri
Juga boleh…Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi,usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan

terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur.

Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun,dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka,sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu

tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak…….

bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” .Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2″sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya,kapan bapak menikmati masa tua bapak,dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya.”Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah…..tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian..sejenak kerongkongannya tersekat,…kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.

Coba kalian Tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV

swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan

kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.”Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi(memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan.

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya,apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya.Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”

sumber : http://adamarizal.wordpress.com/2010/12/31/manusia-berhati-malaikat/


awesome really fallin’ in love SIRI…… lets watch A Duet With Siri

whistlingwhistlingwhistlingwhistling

Lets Just Be friend OK….. We Hardly Know One Another……..

 


Berapa kali pun nonton video ini selalu bikin terharu biru……. enjoy the video…..

makasih  ma pa buat semuanya…. semoga kami bisa menjadi anak yang engkau banggakan……amin


Berusaha tanpa berdoa adalah sombong, berdoa tanpa berusaha adalah kebodohan

kajian muslimah hari rabu yang baru bisa dituliskan di hari jumat, sebuah kalimat yang perlu saya catat dalam blog ini :

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu”. (QS. Al Mukmin : 60)

Jadi di sini yang berlaku adalah kehendak Allah bukan kehendak manusia. Bila Allah tidak mengabulkan doa kita itu bukan berarti menolak. Akan tetapi yang demikian itu semata-mata adalah demi kebaikan kita sendiri. Sebab seandainya dikabulkan bisa saja hal itu akan membawa kemudharatan bagi kita.

Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 216 : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Dikisahkan, ada seorang pemuda sedang naik sepeda motor di jalan raya. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya seperti ditumpahkan dari langit. Dengan segera ditepikan sepeda motornya untuk berteduh di emper sebuah toko. Dia pun membuka helm yang dikenakan dan segera perhatiannya tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu.

Sambil menggigil kedinginan, bibirnya tampak berkomat-kamit melantunkan doa, “Tuhan, tolong hentikan hujan yang kau kirim ini. Engkau tahu, saya sedang didesak keadaan harus segera tiba di tempat tujuan. PleaseTuhan….., please….. Tolong dengarkan doa hambamu ini”. Dan tak lama kemudian tiba-tiba hujan berhenti dan segera si pemuda melanjutkan perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengar dan mengabulkan doanya.

Di waktu yang berbeda, di cuaca yang masih tidak menentu, lagi-lagi hujan turun cukup deras dan kembali si pemuda mengulang kegiatan yang sama seperti pengalamannya yang lalu, yakni berdoa memohon Tuhan menghentikan hujan, tetapi kali ini hujan tidak berhenti bahkan semakin deras mengguyur bumi. Di tengah menunggu berhentinya hujan, si pemuda sadar, dia harus berupaya menemukan dan membeli jas hujan untuk mengantisipasi saat berkendaraan di tengah hujan. Kali ini, walaupun terlambat, dia belajar sesuatu hal yakni ada saatnya mengucap doa tetapi juga harus disertai dengan usaha yaitu menyiapkan jas hujan.

Suatu hari, di waktu yang berbeda,si pemuda ke kantor tanpa sepeda motornya karena mogok akibat kebanjiran. Hujan yang kembali turun, tetapi jas hujan yang telah dibeli, saat dibutuhkan, tiba-tiba raib entah kemana. Dia pun mulai bertanya kesana kemari, barangkali ada yang bersedia meminjamkan payung atau apapun untuk melindunginya dari terpaan guyuran hujan. Kembali diulang doa yang sama, usaha yang sama, dan harapan yang sama pula. Eh,tiba-tiba seorang teman yang bersiap hendak meninggalkan tempat itu dengan berkendaraan mobil berkata, “Hai teman, kalau kita searah jalan. Ayo ikut aku sekalian. Aku antar sampai tempat tujuanmu dan dijamin tidak kehujanan, oke?”. maka si pemuda itu pun mendapat tumpangan dan pulang ke rumah dengan selamat.

Peristiwa alam yang sama, yakni turunnya hujan, telah mengajarkan si pemuda bahwa selain doa, harus usaha dan akhirnya berserah. Karena jika kita mau membuka hati, ternyata Tuhan tidak pernah meninggalkan kita tetapi kitalah yang harus berupaya dengan segala cara dan pikiran yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita.

Hanya sekedar mengandalkan doa saja namun tanpa usaha dan kerja nyata tidak mungkin ada perkembangan, hasil akhirnyapun  pasti nihil alias kosong, sedangkan sekedar kerja keras tanpa diiringi doa memungkinkan kita salah bertindak karena hanya memikirkan hasilnya. Dengan dilengkapi doa tentu usaha kita itu terarah di jalan yang benar, baik dan halal, maka yang paling ideal adalah usaha dan kerja keras kita yang diiringi dengan doa,  niscaya segala usaha kita akan dikabulkan dan tentu hasil yang kita inginkan akan sukses dan memuaskan.

sumber  disini


Hasil dari blog walking ketemu artikel cihuy mengenai Persiapan Menikah secara Finasial dari blog adhitya mulya ….. selamat membaca….

Baru-baru ini nemu kasus di mana seseorang, katakanlah X dan Y menikah. Agak miris juga sih. Sampai sekarang mereka hepi-hepi aja. Tapi mereka berada dalam beberapa masalah praktikal seperti, mau DP rumah tapi salary gabungan kurang cukup. DPnya juga kurang cukup. Mau DP pun anak sedang dikandung. Intinya they wanted to progress tapi ternyata ada beberapa hal yang sebaiknya mereka miiki sebelum nikah, belum mereka miliki sampai mereka telah menikah dan sedang mengandung anak.

I’m not an expert in finance but I do intend to share what I know. Semoga bisa jadi bahan rujukan adik-adik kita yang sedang berjalan menuju stage ini.

Gue rasa di jaman susah gini, gak ada salahnya pasangan yang akan menikah duduk bareng dan buka-bukaan soal uang. And as an individual, we want to be the part of the solution kan, bukan part of the problem.

Intinya gini. Ketika seseorang menikahi kita, dia akan mengabdikan semua dirinya untuk kita dan keluarga yang akan kita bangun. Oleh karena itu, mereka berhak untuk tidak menikah dengan masalah kita. Kalo kita punya utang, yuk coba sebaik mungkin bereskan dulu, demi kita dan demi dia. Masak iya udah lah dia mengabdikan semua hidupnya untuk kita, dia juga jadi susah beli rumah, gajinya yang seharusnya buat pensiun kita, abis buat utang-utang kita. Gak tega kan ya.

Sebaliknya juga gitu. Kita akan mengabdi pada dia selamanya. Kita berhak untuk mendapatkan pasangan yang bersih lahir batin. Soleh iya, namun kalo soleh tapi punya utang CC 20 juta dan credit score buruk? kita bisa terlantung-lantung 5 tahun gak bisa ajukan KPR.

Things you might want to check before marriage:

Continue reading ‘Persiapan Menikah secara finansial’